<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kangen Bapak..</title>
	<atom:link href="http://blogpunyabati.blog.friendster.com/2009/04/kangen-bapak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogpunyabati.blog.friendster.com/2009/04/kangen-bapak/</link>
	<description>Punyaku: semuanya tentang-ku, tentang-mu, tentang-dia, tentang-Nya...</description>
	<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 00:27:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: blogpunyabati</title>
		<link>http://blogpunyabati.blog.friendster.com/2009/04/kangen-bapak/#comment-2838</link>
		<dc:creator>blogpunyabati</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 12:17:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogpunyabati.blog.friendster.com/?p=55#comment-2838</guid>
		<description>tengkyu ya aya.. sori baru bisa balas komennya..
semoga kita smua bisa tidak menjadi golongan orang2 yang menyesal nantinya, karena ternyata,bagaimana sosok ayah yang keras, mengatur..tapi dari lubuk hati yang paling dalam kit apsti sayang sama bapak.. 
jadi bagi yang masih punya orang tua, sayangi orang tua kalian, bahagiakan mereka, mumpung masih ada waktu.. umur tak ada yang tahu sampe kapan, apakah orang tua kita yang lebih dulu dipanggil, atau mungkin kita sendiri yang lebih dulu..
jangan sampe kita menyesal karena menyia-nyiakan waktu.. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tengkyu ya aya.. sori baru bisa balas komennya..<br />
semoga kita smua bisa tidak menjadi golongan orang2 yang menyesal nantinya, karena ternyata,bagaimana sosok ayah yang keras, mengatur..tapi dari lubuk hati yang paling dalam kit apsti sayang sama bapak..<br />
jadi bagi yang masih punya orang tua, sayangi orang tua kalian, bahagiakan mereka, mumpung masih ada waktu.. umur tak ada yang tahu sampe kapan, apakah orang tua kita yang lebih dulu dipanggil, atau mungkin kita sendiri yang lebih dulu..<br />
jangan sampe kita menyesal karena menyia-nyiakan waktu.. <img src='http://blogpunyabati.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aya</title>
		<link>http://blogpunyabati.blog.friendster.com/2009/04/kangen-bapak/#comment-2833</link>
		<dc:creator>Aya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 07:07:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogpunyabati.blog.friendster.com/?p=55#comment-2833</guid>
		<description>tulisan  kakak yang satu ini buat  aq mo nangis. Ternyata begitu ya rasanya kalo suatu saat kita bahkan g bisa nelpon bapak….  Tiba-tiba aku merasa menyesal atas apa yang pernah kulakukan,  rasanya aku berdosa  bgt ama bapak,  karena sering mengabaikannya. Aq sering sebel kalo lg pergi ditelponin terus ,  cuma karena bapak pengin tahu aq lg dimana &#38; ngapain. . Mungkin tulisan kakak ini bisa buat aku nyadar  (thanks ya kak bati) kalo  kadang seorang bapak emg suka bgt mengatur-atur, nyuruh2 (tapi mungkin itulah bahasa cinta mereka untuk anaknya),  agar anaknya bisa mendapatkan yang terbaik.
Eh kak pernah dgr lagunya  nasyid ngak?  Lupa sih judulnya… tapi aku agak inget syairnya., 

Kuteringat masa indah di masa-masa kecilku
Kenangan bersama ayah di kampung halaman
Sungguh indah, Terlalu manis untuk dilupakan
Sungguh mesra, Meski  kadang beriring ketegangan
Ayah terima kasih nanda haturkan kepadamu
Yang telah mendidik dan membesarkanku bersama ibu
Ayah engkaulah guruku yang terbaik sepanjang usiaku
Yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan Tuhanku

Allah s'moga Kau berkenan
Membalas s'gala kebaikannya
Menerimanya, dan meridhoinya
Di hadirat-Mu 

Lagu ini  aq tulis kembali diblog kak Bati,  untuk  semua ayah di muka bumi yang telah begitu besar menahan beban dan amanah untuk mendidik anak-anaknya. Lagu ini juga  sebagai ungkapan betapa kami (anak-anaknya)  mencintai dan berterima kasih atas seluruh hidup  dan pengorbanan yang telah diberikan. 
Buat kak bati yang lagi kangen…. Ada satu nomor yang pasti bisa myampaikan salam ke bapaknya kakak. Itu adl nomornya Tuhan lewat doa.  Kakak pasti tahu itu kan… Jadi g perlu sedih lagi ya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan  kakak yang satu ini buat  aq mo nangis. Ternyata begitu ya rasanya kalo suatu saat kita bahkan g bisa nelpon bapak….  Tiba-tiba aku merasa menyesal atas apa yang pernah kulakukan,  rasanya aku berdosa  bgt ama bapak,  karena sering mengabaikannya. Aq sering sebel kalo lg pergi ditelponin terus ,  cuma karena bapak pengin tahu aq lg dimana &amp; ngapain. . Mungkin tulisan kakak ini bisa buat aku nyadar  (thanks ya kak bati) kalo  kadang seorang bapak emg suka bgt mengatur-atur, nyuruh2 (tapi mungkin itulah bahasa cinta mereka untuk anaknya),  agar anaknya bisa mendapatkan yang terbaik.<br />
Eh kak pernah dgr lagunya  nasyid ngak?  Lupa sih judulnya… tapi aku agak inget syairnya., </p>
<p>Kuteringat masa indah di masa-masa kecilku<br />
Kenangan bersama ayah di kampung halaman<br />
Sungguh indah, Terlalu manis untuk dilupakan<br />
Sungguh mesra, Meski  kadang beriring ketegangan<br />
Ayah terima kasih nanda haturkan kepadamu<br />
Yang telah mendidik dan membesarkanku bersama ibu<br />
Ayah engkaulah guruku yang terbaik sepanjang usiaku<br />
Yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan Tuhanku</p>
<p>Allah s&#8217;moga Kau berkenan<br />
Membalas s&#8217;gala kebaikannya<br />
Menerimanya, dan meridhoinya<br />
Di hadirat-Mu </p>
<p>Lagu ini  aq tulis kembali diblog kak Bati,  untuk  semua ayah di muka bumi yang telah begitu besar menahan beban dan amanah untuk mendidik anak-anaknya. Lagu ini juga  sebagai ungkapan betapa kami (anak-anaknya)  mencintai dan berterima kasih atas seluruh hidup  dan pengorbanan yang telah diberikan.<br />
Buat kak bati yang lagi kangen…. Ada satu nomor yang pasti bisa myampaikan salam ke bapaknya kakak. Itu adl nomornya Tuhan lewat doa.  Kakak pasti tahu itu kan… Jadi g perlu sedih lagi ya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
