Ini sebenarnya adalah kisah lama, kisah mengapa sampai aq terdampar di tempat nan terpencil dan terpelosok ini.. Ini adalah fakta yang harus aq ungkap, sehingga kelak bagi kawans yang ingin merantau mengatasnamakan pengabdian kepada bangsa dan Negara tidak terjebak pada deretan kata – kata nan patriotik dan mengharukan itu.. * pppuuuihhh..ngomong apa sih barusan???!!??.. *
Tgl 22 Mei 2008, aq dapat pengumuman kelulusan di Kotabaru.. walopun sebenarnya aq sendiri yang milih daerah ini, tapi sebenarnya “pengetahuanku” ttg daerah ini sangat minim.. berbekal informasi dari beberapa teman, bahwa tempat ini lumayan “bagus”.. aq,pada detik2 terakhir pemilihan lokasi PTT, akhirnya memilih daerah ini, menghapus seketika keinginanku semula yang ingin PTT di daerah SULBAR..
Tragisnya lagi.. tak ada satupun lulusan asal Makassar yang lain yang memilih Kotabaru, Provinsi Kalsel sekalipun..jadilah aq satu2nya orang yang berangkat ke Banjarmasin.. tiket pun dibagikan.. dan.. astagaaa..!!! harus transit di Surabaya dulu bo! Ganti pesawat pula..!! Mana sendiri lagi..!!! Seorang sahabat,Inna,menguatkan hatiku “tenang aja, Jakarta aja bisa apalagi Banjarmasin” (teringat bagaimana kami menjelajahi Jakarta hanya berbekal petaJakarta n peta jalus Busway)..
Sehari sebelum berangkat, aq menghubungi staf Dinas Kesehatan Kalsel, kukatakan bahwa aq seorang dokter gigi dari Makassar yang lulus PTT di Kalsel. Dan meminta saran dimana sebaiknya tujuanku, selama di Banjarmasin,dan akhirnya dia merekomendasikan sebuah penginapan yang katanya dekat dengan Kantor Dinas Kesehatan.. dan akhirnya..keesokan harinya.. “petualanganku” dimulai.. aq berhasil melewati rintangan pertama, yaitu transit di Surabaya sekaligus ganti pesawat .. * kampungan ..hihi..* Rintangan kedua adalah Banjarmasin.. Tiba dibandara aq minta diantar pake taksi bandara ke tempat yang dimaksud, rintangan kedua terlewati.. *dasar udik..hehe* dan tibalahdi penginapan.. Besoknya kekantor dinas Kesehatan, yang entah dimana, aqnaik taksi.. akhirnya dapat juga.. rintangan ketiga kulibas.. *KATRO.. hahaha..*
Tapi ternyata sodara2.. pertemuan orang dinas ternyata besoknya lagi.. soalnya orang dari depkes baru datang besok bersama rombongan dokter2 asal DKI, Jabar, n Jateng.. Huhuhu..enak banget yah mereka..bisa datang rombongan.. AQ??!! Alone..lon..lon..lon.. hari itu aq tau kalo aq ditempatkan di desa Tanjung Seloka ( setahuku ditempatkan bersama dr. Anna)
Besoknya, hehehe, aq ud bisa ke dinkes naik angkot..SENDIRI… bermodalkan sok tau aja.. ehh..sampe di sana ternyata Aq telat bo! Aq memilih tempat duduk ( yang modelx kek ruang rapat) yang masih kosong,di deretan belakang,yang berhadapan dengan pembicara a.k.a KaDinKes Kalsel.. setelah berbicara beberapa saat tiba waktux perkenalan.. semuanya memperkenalkan diri menyebut nama,asal, dan daerah penempatan.. Dan ajaibnya.. ternyata 2 deretan kursi di depanku, semuanya ditempatkan di Kotabaru..mmm..on the right place, brarti ga perlu jauh2 nyari teman hehehe.. aq mengamati satu persatu terutama mencari orang yang bernama Anna..tapi belum jelas sih..kali aja aq keliru..
Jeda iklan (hehehe) aq memperkenalkan diri secara khusus ke teman2 baru ku,khususnya sesame Kotabaru.. dan akhirnya aq kenal Anna.. dia begitu girang saat tahu kami ditempakan di Puskesmas yang sama.. setidaknya sampai pembagian SK dari provinsi yang menyatakan aq ditempatkan di Tanjung Seloka dan dia di Tanjung Lalak.. (hihihi…)
Besoknya..kami (aq, dr.Anna, drg. Rhona, drg. Angesti, dr. Limawan, dr. Hendi n istri) berangkat ke Kotabaru naik bus.. Rutenya : BJM-Batulicin 8 jam, menyeberang ke Tanjung Serdang 1 jam, lanjut ke Kotabaru 1 jam, total waktu perjalanan 10 jam dan tiba jam 12 malam. Sekedar info.. kondisi jalan BJM-Batulicin rusak berat coy..ga lagi – lagi deh.. @_@
Sampe di Kotabaru nginap di Mess Dinkes.. ternyata teman2 baruku ada 9 orang, tambahan yang di Mess ada dr. Dessy n dr. Rayhan. Mereka pada rame2 smua..belum lagi yang dipaksa rame kek dr. Limawan n dr. Hendi, yang harus “rusak” gara2 kelakuan kami (aq, dr. anna, dr. Dessy, n dr. Rayhan)..hihihi.. Oh ya.. aq jadinya di relokasi ke Tg. Lalak bareng dr. Anna, hihi.. dr. Anna girang lagi..
2 minggu orientasi di DinKes Kotabaru serta mencari info sebanyak2nya ttg daerah penempatan kami( tidak sebanyak info yang di cari dr. Hendi ttg Tg. Semelantakan :-p ) akhirnya tiba saat kami terjun langsung ke desa..( kalo aq bilang sih terjun bebas )..dan yang paling “beruntung” dikirim pertama kali adalah … KAMI.. plus “bonus” menanggulangi masalah KLB (Kejadian Luar Biasa) Malaria yang lagi hangat2nya bagaikan telor yang lg dierami.. dengan wajah haru tiga perempat menertawakan nasib kami, kami pun dilepas teman2ku seMess dengan perasaan deg2an campur khawatir kapan giliran kami dan KLB apa yang menjadi “bonus” kami.. KLB Panu kah??? Ato KLB Kutu Air (sambil membayangkan semua sumber air berkutu..hiiii ) Tapi dengan gagah berani,walopun pada akhirnya mereka mabuk darat,3 orang teman kami turut mengantar hingga tempat tujuan.. mereka adalah dr. rayhan, dr. dessy, dan satu lagi teman yang gagah berani berkat didikan kami,dr. Limawan..
1 jam pertama perjalanan biasa2 aja, walopun kiri kanan adalah hutan, secara ranah Kalimantan memang mostly hutan.. akhirnya cobaan datang pada jam2 berikutnya.. jalan rusak berat.. (eh..Han,Wan,Des..sekarang jalannya lebih parah lagi loh..hebat kan??!! :D)ehh.. ada sodaranya Si Darwin.. (bukan sodaraku)..yaa.. disini keknya bakal sering melihat spesies itu hilir mudik dijalan2, dengan tersenyum menyapa para pendatang baru seperti kami..
Akhirnya.. tibalah kami di Tg.Lalak.. Tak mampu aq berkata – kata.. tak mampu aq bersuara.. (sentimentilku keluar otomatis jika dihadapkan pada keadaan seperti ini) Ya..Allah.. Misteri hidupku yang mana lagi yang kau perlihatkan kepada hambaMu yang baik dan suka menolong ini?? Yang aq tau sih.. Allah tak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan hambaNya untuk menyelesiakannya.. sekedar menghibur diri, kuyakinkan adalam hatiku,aq memang terpilih untuk tempat ini..
Fakta yang ada kutemukan : GA ADA LISTRIK – GA ADA AIR – GA ADA SINYAL (eh Bati,ini sih kau tidak menemukan apa2 namanya) Satu lagi, sumber mencari bahan makanan pun ga ada, pasar cuma seminggu sekali.. tak ada alternative lain..selain mi instan, sarden dan telor…
Ini gimana dong??? Bayangan ku tentang daerah sangat terpencil sih memang segala terbatas, tapi tidak seterbatas ini.. Setelah seminggu 2 minggu..di pantai, di gunung, di bawah pohon mangga halaman SMP, di halaman kantor camat, di dermaga.. aq merenung.. sambil mencari sinyal .. :p apakah benar pilihan ku ini?? Inikah yang dimaksud pengabdian yang lekat dengan makna keikhlasan memberi tanpa ada paksaan?? Ato apakah kata2 “pengabdian” menjadi tameng untuk mengobati kekecewaan hati?? Hanya Allah yang tahu.. Yang jelas aq harus mencari cara bagaimana bagaimana aq mencintai segala kekurangan yang ada.. membuat diri betah..ditambah kata2 penghibur penuh dorongan pelecut semangat dari mama’ku.. “ Sabar ko Nak..begitu memang..”